Pakar FKM USU Usul Pekerja Pabrik-Kantor Jadi Prioritas Vaksin Corona Tahap 2

Medan,KSPI- Pemerintah segera melakukan penyuntikan vaksin Corona atau COVID-19 tahap pertama untuk para tenaga kesehatan. Setelah itu, para pekerja kantoran di wilayah perkotaan diusulkan menjadi prioritas vaksin berikutnya.
Akademisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU), Dr Kintoko Rochadi, mengatakan para pekerja kantoran dan pabrik di wilayah perkotaan harus menjadi prioritas. Alasannya, para pekerja di wilayah perkotaan sulit menghindari kerumunan.

“Nah kalau dari pandangan saya dari sisi kesehatan ya, itu kan sebenarnya virus ini, itu sangat-sangat mudah terpapar kepada mereka-mereka. Kembali lagi pada mereka-mereka, pertama yang hidup di wilayah-wilayah yang rentan dengan kerumunan. Jadi, siapa saja di situ, bisa misalnya buruh pabrik udah pasti ya, kan gitu. Lihat aja di banyak pabrik-pabrik itu rentan dan tidak ada alat pendeteksi bagaimana,” kata Kintoko, Selasa (12/1/2021).

Kintoko kemudian menceritakan pengalamannya datang ke salah satu pabrik di daerah Purwakarta. Dia mengatakan para pabrik tersebut sudah mematuhi protokol kesehatan pencegahan Corona, tapi tetap ada pekerjanya yang terpapar.

“Tapi itu pun masih kena, kenapa, tidak ada salah satu bentuk surveillance epidemiologi yang bisa mendeteksi setiap buruh-buruh itu kan begitu. Kita kan nggak tahu mereka itu bergabung dengan siapa, mereka tinggal di mana dan itu rentan sekali dengan kerumunan-kerumunan,” sebut Kintoko.

Kintoko menjelaskan pihak-pihak yang dinilainya mudah terpapar virus Corona akibat kerumunan. Selain pekerja di pabrik, katanya, pekerja kantoran hingga nelayan rentan terpapar Corona karena sulit menghindari kerumunan.

“Siapa yang sangat-sangat mudah terpapar dengan kerumunan massa? Satu buruh pabrik, yang kedua katakanlah kalau tadi itu saya pikir nelayan kalau di pasar ikan dia. Tapi kalau nelayan secara pribadi mungkin masih bisa di eliminir kan begitu. Atau pekerja kantoran, karena pekerja kantoran, ini terus terang aja kita kan, alat kita sampai detik ini di Indonesia tidak ada alat pemantau yang bisa untuk mengetahui bahwa misalnya saya. Saya ini dipantau saya berada di mana begitu,” ujar Kintoko.

Dia berharap orang-orang yang masuk kategori sering berada di kerumunan itu bisa segera disuntik vaksin. Dia juga menilai orang-orang yang tinggal di wilayah perkotaan lebih menjadi prioritas karena sulit menghindari kerumunan.

“Siapa yang harus diprioritaskan dengan vaksin yang terbatas? Kan begitu, makanya harus ada tahapan-tahapannya. Saya pikir di wilayah perkotaan lebih rentan daripada di wilayah pinggiran atau pedesaan. Makanya mereka yang terpapar di perkotaan. Saya pikir seperti itu. Jadi, kita ambil prioritas-prioritas itu. Pertama, prioritas pekerjaan, yang kedua prioritas geografis,” ujar Kintoko

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan tahapan vaksinasi COVID-19. Dia mengatakan vaksinasi pertama akan dilaksanakan Rabu, 13 Januari, mendatang.

Kelompok selanjutnya adalah tenaga kesehatan yang berada di rentang usia 18-59 tahun. Vaksinasi periode pertama menggunakan vaksin COVID-19 Sinovac yang sudah mendapat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization.

“Tahapan pertama diberikan 1,48 juta nakes di Indonesia, diharapkan bisa mulai besok atau minggu ini. Kemudian rolling mudah-mudahan akhir Februari bisa selesai,” kata Menkes dalam rapat dengan Komisi IX DPR secara daring, Selasa (12/1).

Kelompok selanjutnya adalah petugas publik, termasuk di dalamnya TNI/Polri, petugas pelabuhan, stasiun, bandara, terminal dan pekerja lain yang sehari-hari bersinggungan dengan masyarakat.

Sumber : detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *