HUT Ke-76 RI, Ekonom: Ekonomi Jangan Sekedar Tumbuh tapi Harus Menyejahterakan Masyarakat

Ilustrasi kemiskinan ( foto: google image)

Ekonom sekaligus Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, Indonesia harus melakukan perubahan ekonomi dengan memanfaatkan sumber daya alam dan menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat.

“Selama 76 tahun kita merdeka, sebetulnya sudah cukup banyak yang dicapai oleh Indonesia, tapi kita perlu transformasi atau perubahan ekonomi agar tidak sekedar pulih,” ujarnya saat Selasa (17/8/2021).

Dia menyebutkan salah satu pencapaian dalam sisi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2019, di mana hampir 75 tahun Indonesia bisa naik kelas dari negara miskin ke negara kelas menengah.

“Meningkat 73% berawal dari negara miskin dan menengah (lower middle income) dan naik kelas lagi. Selama 75 tahun ini ada beberapa momen krisis dan krisis ekonomi 1998 dan 2020 sehingga dampaknya dari upper middle country sekarang ke lower middle income lagi di masa pandemi,” paparnya.

Piter menyimpulkan, saat ini ada banyak pencapaian dari sisi pertumbuhan ekonomi tapi masih sangat lambat. “Sebelum pandemi (pertumbuhan ekonomi) 5% dan kita akan melihat ke depan apakah bisa lebih cepat. Saya rasa perlu adanya terobosan untuk lebih kuat setelah adanya pandemi Covid-19 yang harus diatasi,” tukasnya.

Tidak semata dari sisi pertumbuhan ekonomi, lanjut dia, tapi sejauh mana bisa menyejahterakan rakyat. “Ekonomi kita sudah berpihak ke seluruh lapisan masyarakat atau belum? Misalnya angka kemiskinan kita yang meningkat, kesenjangan yang masih luas dan terbatas untuk mendapatkan fasilitas untuk menghidupi mereka dan itu perlu perbaikan,” tandasnya.

Tak hanya itu, sumber daya alam di Indonesia juga harus dimaksimalkan. Sungguh disayangkan Indonesia dengan kekayaan alam yang melimpah tapi belum bisa terdistribusi dengan baik.

“Ada penguasaan, oligarki oleh masyarakat tertentu, malah dikuasai oleh sekelompok tertentu. Jadi, perlu ada perbaikan dari berbagai sistem ekonomi maupun politik yang lebih berkeadilan dan inklusif,” tandasnya. (sindo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*