Sejarah Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ) Sebagai Organisasi Serikat Pekerja

Peringatan Hari Guru Guru dari penjuru daerah di Indonesia menghadiri acara puncak peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2012 dan HUT ke-67 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Sentul International Convention Centre, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/12). Tema peringatan tahun ini adalah "Memacu Profesionalisasi Guru Melalui Peningkatan Kompetensi dan Penegakan Kode Etik." Acara ini juga dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ny Ani Yudhoyono dan Menteri Pendidikan M Nuh. Kompas/Riza Fathoni (RZF) 04-12-2012

(Bagian Pertama)

Oleh,Didi Suprijadi
Ketua MN KSPI

Kiprah organisasi guru tertua di Indonesia yaitu Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ) sebagai organisasi serikat pekerja Guru belum banyak yang tahu dan paham. Tulisan ini mencoba menceritakan tentang PGRI sebagai organisasi serikat pekerja, tulisan disampaikan dalam rangka menyongsong hari Buruh Dunia atau biasa dikenal May Day. May Day dirayakan oleh kalangan Buruh tiap tanggal 1 Mei di seluruh belahan dunia,termasuk di Indonesia.

Istilah May Day adalah tanggal bersejarah bagi perjuangan kaum pekerja dalam menuntut hak perbaikan waktu lama kerja, yaitu dari 20 jam per hari menjadi 8 jam per hari.

Tuntutan di mulai dengan aksi demontrasi besar besaran oleh pekerja di Amerika Serikat, aksi dipusatkan di kota Chicago tepatnya di Lapangan Bunderan Haymarket. Aksi dimulai pada tanggal 1 Mei tahun 1886, dengan 400.000 buruh ambil bagian. Aksi berlangsung selama 4 hari dan berakhir kericuhan dengan ratusan buruh menjadi korban.

Peristiwa berdarah ini dianggap sebagai perlawanan dan sekaligus kemenangan buruh hingga dikenang dan dicatat sebagai Hari Buruh Dunia

Serikat Pekerja adalah organisasi formal yang terdiri dari berbagai anggota yang berasal dari pekerja atau buruh yang memiliki tujuan, visi dan misi di bidang Ketenagakerjaan seperti upah, jam, dan kondisi kerja.

Salah satu fungsi serikat pekerja bagi pekerja adalah wadah untuk menyalurkan aspirasi mereka terhadap hal-hal teknis yang mungkin mereka rasakan ketika bekerja. Serikat Pekerja juga bisa membela hak dan kepentingan pekerjaan secara umum bukan Individual.

Adakalanya dalam memperjuangkan anggota nya serikat pekerja melakukan aksi atau demonstrasi hingga mogok kerja, serikat pekerja merupakan penanggung jawab kegiatan aksi demonstrasi hingga mogok kerja.

Sejarah mogok kerja sudah lama dilakukan oleh para pekerja sejak sebelum masehi, mungkin seumur sejarah keberadaan pekerja atau buruh itu sendiri. Kegiatan aksi hingga mogok kerja dilakukan oleh pekerja dimulai pertamakali sejak zaman Firaun, Ramses lll tahun 1156 Sebelum Masehi.

Mogok kerja merupakan bentuk unjuk rasa mengambil perhatian agar buruh diperhatikan oleh Pemerintah, utamanya urusan kesejahteraan.

Saat itu buruh buruh di Mesir memprotes kebijakan pemerintah tentang upah yang rendah. Aksi mogok kerja di zaman Fir’aun dilakukan oleh pekerja, dari pekerja buruh penggali kubur hingga pegawai kantoran ikut serta mogok kerja memprotes upah rendah.

Sejarah buruh mogok kerja di Indonesia pertama kali terjadi di tahun 1920 yang di pimpin oleh Suryo Pranoto . Suryo Pranoto seorang Bangsawan Jawa merupakan adik dari Ki Hadajr Dewantara memimpin pemogokan buruh buruh pabrik gula secara nasional dengan tuntutan perbaikan upah. Seringnya mengorganisir pemogokan buruh di zaman kolonial, Suryo Pranoto mendapat julukan si Raja Mogok.

Demonstrasi hingga mogok kerja ternyata bukan hanya dimonopoli oleh buruh,tetapi dilakukan juga oleh guru yang tergabung dalam organisasi serikat guru PGRI.

PGRI memimpin aksi demo hingga pemogokan dilakukan oleh guru,siswa dan pegawai bidang pendidikan di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Hal ini terjadi akibat dipecatnya seorang guru anggota PGRI dari jabatan Kepala SMAN oleh Bupati Kampar. Tuntutan pengurus provinsi PGRI Riau adalah agar kepala sekolah yang tidak bersalah dikembalikan lagi menjadi Kepala Sekolah.

PGRI ikut memberantas paham Komunis di tahun 1965 dengan aksi demonstrasi bersama pelajar dan mahasiswa,melalui Kesatuan Aksi Guru Indonesia ( KAGI) merupakan bagian gerakan PGRI sebagai organisasi perjuangan dan serikat pekerja.

Perjuangan terbitnya Undang Undang Guru dan Dosen, Perbaikan Tunjangan Fungsional Guru serta terbitnya aturan 20% dana APBN/APBD untuk dana Pendidikan merupakan bagian gerakan PGRI sebagai serikat pekerja melalui aksi aksi demonstrasi disamping gerakan melalui konsep dan loby.

Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ) sejak didirikan beberapa tahun lalu sudah mendedikasikan jati dirinya sebagai organisasi perjuangan,profesi dan serikat pekerja.

Oleh sebab itu pola gerakan dan perjuangan PGRI sering menggunakan pola pola serikat pekerja,hal ini dimungkinkan karena, sejak awal berdiri organisasi ini dibentuk oleh guru guru,pensiunan guru serta pegawai kementrian yang sejak belum Kemerdekaan adalah aktifis gerakan serikat pekerja Guru.

Dengan demikian bila ada pemimpin organisasi ini menyatakan guru anggota PGRI dilarang melakukan kegiatan aksi demo dalam memperjuangakan aspirasinya, maka perlu dipertanyakan jati diri pemimpin tersebut sebagai anggota PGRI.

Banyak sudah yang dilakukan oleh organisasi guru tertua di indonesia ini, baik dalam gerakan meningkatkan mutu pendidikan maupun gerakan mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Negara Republik Indonesia.

Dalam tulisan yang akan dibuat secara berseri ini hanya bercerita tentang PGRI sebagai organisasi serikat pekerja, sejak sebelum Kemerdekaan hingga Orde Reformasi dan PGRI sebagai serikat pekerja hubungannya dengan serikat pekerja lainnya di tingkat Nasional dan Internasional.

Selamat membaca

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*