}); Mirah Sumirat Tuntut MENKOMINFO, Detik.com dan Viva.co.id Pulihkan Nama Baiknya – KSPI
Sun. Aug 18th, 2019

KSPI

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia

Mirah Sumirat Tuntut MENKOMINFO, Detik.com dan Viva.co.id Pulihkan Nama Baiknya

3 min read

Jakarta,KSPI – Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia ( ASPEK Indonesia ) Mirah Sumirat, S.E melaporkan MENKOMINFO, Detik.com dan Viva.co.id ke dewan pers atas dugaan keliru dalam melakukan pemberitaan sehingga merugikannya.

Berdasar keterangan pers yang redaksi terima, Mirah Sumirat merasa nama baiknya tercemar atas kesalahan pemberitaan tersebut.

Berikut isi siaran pers tersebut :

SIARAN PERS ASPEK Indonesia: 26 APRIL 2019

MIRAH SUMIRAT tuntut MENKOMINFO, Detik.com dan Viva.co.id Pulihkan nama baiknya

Saya mendatangi Kantor Dewan Pers untuk melaporkan situs Detik.com dan Viva.co.id atas berita yang dimuat di situs mereka beberapa waktu yang lalu dan diduga menuduh saya (MIRAH SUMIRAT) telah menyebarkan berita keliru atau berita bohong (HOAX) tentang jumlah TPS di Kota Bekasi melalui akun resmi twitter saya ( @m_mirah )
Berita yang dimaksud adalah berita berikut ini

https://www.viva.co.id/berita/viva-fakta/1140764-cek-fakta-benarkah-di-bekasi-ada-6-000-tps-dan-prabowo-menang

https://news.detik.com/berita/d-4516952/kominfo-jaring-22-hoax-di-april-terbanyak-terkait-pilpres-2019.

Saya menyayangkan media sebesar Viva.co.id dan Detik.com tidak melakukan kroscek data secara benar dan lengkap sebelum menyatakan cuitan di akun twitter saya adalah berita yang keliru, bahkan data yang digunakan untuk menyatakan cuitan saya keliru adalah data yang salah atau beda konteks, dimana saya bicara tentang pilpres 2019 dan jumlah TPS di Kota Bekasi namun justru dikatakan bohong berdasarkan informasi resmi website KPUD Kota Bekasi untuk jumlah TPS saat Pilkada Serentak 2018 , jelas itu beda konteks.

Sementara itu, KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA tak luput mendapat sorotan dalam masalah ini, pasalnya dalam berita di detik.com dinyatakan bahwa detik.com mendapat informasi tentang berita HOAX pada bulan April 2019 bersumber dari SUBDIT PENGENDALIAN KONTEN INTERNET KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA.

Dalam rilisan di website resmi Kominfo didapati postingan tentang Laporan Isu Hoaks Harian SUBDIT PENGENDALIAN KONTEN INTERNET KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA ( https://www.kominfo.go.id/content/detail/18085/hoaks-di-bekasi-ada-6000-tps-dan-prabowo-menang/0/laporan_isu_hoak ) yang menyatakan bahwa cuitan saya adalah Hoax dengan penjelasan berdasarkan berita dari Viva.co.id yang menyebut bahwa saya keliru tentang jumlah TPS di Kota Bekasi, serta mencantumkan link counter berita online http://www.melekpolitik.com/2019/04/17/hoax-di-bekasi-ada-6-000-tps-dan-prabowo-menang/ .

Selain itu Kominfo juga mencantumkan link counter http://kpud-bekasikota.go.id/index.php/berita-kpu-kota-bekasi/item/486-ini-jumlah-dpt-di-setiap-kecamatan/486-ini-jumlah-dpt-di-setiap-kecamatan . Setelah saya telusuri lebih jauh ternyata link ini adalah berita resmi KPUD Kota Bekasi untuk Pilkada serentak 2018.

Sangat miris lembaga negara setingkat Kementerian yang seharusnya sangat hati – hati dalam mengambil sikap dan memberikan contoh yang baik bagi masyarakat dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, namun justru melakukan kecerobohan dan dengan serampangan menyatakan cuitan di akun twitter saya memuat berita bohong dengan berdasarkan data yang keliru.

Jika kejadian ini dibiarkan, maka kejadian ini menggambarkan dan membuktikan siapakah pencipta HOAX terbaik.

Adapun tuntutan Mirah Sumirat kepada Kemenkominfo, Viva.co.id dan Detik.com adalah sebagai berikut:
Agar Kemenkominfo, Viva.co.id dan Detik.com menyampaikan permohonan maaf secara langsung dan terbuka.

Permohonan maaf tersebut harus dimuat di situs resmi masing – masing Kemenkominfo, Viva.co.id dan Detik.com.
Permohonan maaf juga harus disiarkan di TV Nasional sekurang – kurangnya 10 TV Nasional selama 7 (tujuh) hari berurut – turut.

Saya sangat bertanggung jawab pada apa yang saya cuitkan di akun twitter saya karena saya sadar untuk menggunakannya dengan bijak dan tidak menjadikannya alat untuk menyebar berita bohong karena selain saya ini sebagai individu namun juga saya saat ini adalah Presiden ASPEK Indonesia, federasi serikat pekerja yang beranggotakan lebih dari 90.000 (sembilan puluh ribu) anggota di berbagai serikat pekerja tingkat perusahaan yang tersebar di hampir semua wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, tentu saya mengerti posisi saya, tutupnya.

Jakarta, 26 April 2019

Terima Kasih
Mirah Sumirat, S.E
Presiden ASPEK Indonesia

Narahubung: Direktur LBH DPP ASPEK Indonesia, Arif Rachman, S.H (08989836304)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.