Afiliasi

Mirah Sumirat Kembali Dipercaya Memimpin UNI Apro Women’s Committe

Mirah Sumirat, SE, Presiden ASPEK Indonesia

Jakarta,KSPI – Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia), Mirah Sumirat, SE, terpilih kembali untuk yang kedua kalinya sebagai President UNI Apro Women’s Committee, dalam acara “5th UNI Apro Women’s Conference” yang dilaksanakan pada tanggal 18-19 November 2019 di Hotel Royal Singi, Kathmandu, Nepal. Sebelumnya Mirah telah mengemban amanah sebagai President UNI Apro Women’s Committee, untuk periode 2015-2019, dan terpilih kembali untuk periode kedua 2019-2023.

Acara “5th UNI Apro Women’s Conference” yang dibuka oleh Tham Maya Thapa, Menteri Perempuan, Anak dan Warga Senior, Nepal, serta dihadiri oleh seluruh negara Asia Pacific yang menjadi anggota UNI Apro, kali ini mengambil tema “Just Transition for Equality”.

Tujuan UNI Apro Women Committee adalah untuk mengembangkan dan mengimplementasikan kebijakan dan menentukan prioritas bagi anggota perempuan dari UNI Apro dan memberi nasihat kepada UNI Apro Executive dan UNI Apro Sectoral Committees mengenai masalah yang mempengaruhi anggota perempuan di wilayah Asia Pacific. Kegiatan yang akan menjadi fokus UNI Apro Women Committee antara lain adalah meningkatkan komitmen untuk membawa kesetaraan bagi perempuan di tempat kerja dan masyarakat. Membangun keseimbangan jender di setiap tingkat masyarakat dan organisasi, termasuk di serikat pekerja. Serta mempromosikan dan mempersiapkan perempuan untuk berpartisipasi aktif dalam serikat pekerja.

Dalam sambutan pelantikannya, Mirah menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh negara Asia Pacific kepadanya untuk memimpin kembali UNI Apro Women’s Committee. Mirah juga menegaskan perjuangan perempuan dalam mendapatkan hak dasar yang berasaskan keadilan dan keseimbangan sangat tidak mudah. Untuk itulah kita butuh kerja sama dan persatuan agar kita menjadi kuat dalam memperjuangkan keadilan bagi perempuan. Saat perempuan bersatu maka betapa besar energi yang ditimbulkan untuk sebuah perubahan yang bermanfaat bagi perempuan lain di Asia Pacific dan di seluruh dunia.

Ada budaya kuat bahwa pemimpin serikat pekerja harus laki-laki, namun Mirah membuktikan bahwa perempuan bisa menjadi pemimpin.

ASPEK Indonesia telah membuktikan sebagai organisasi serikat pekerja yang tidak membedakan perlakuan pekerja perempuan dan laki-laki. Saat ini saya memimpin ASPEK Indonesia, yang berarti saya memimpin 98 serikat pekerja tingkat perusahaan yang mayoritas didominasi laki-laki.

Serikat pekerja yang kuat akan membantu serikat pekerja yg lemah dan itulah arti SOLIDARITAS! tegas Mirah Sumirat.

Selain menjadi Presiden ASPEK Indonesia dan memimpin 98 serikat pekerja afiliasi, saya pun masih bekerja di PT Jalantol Lingkarluar Jakarta, dan masih menjadi Presiden Serikat Pekerja Jalantol Lingkarluar Jakarta. Saya juga seorang istri dan menjadi ibu dari seorang anak yang masih kecil.

“Nothing is Impossible” Jika saya bisa, perempuan-perempuan hebat yang hadir di sini pasti juga bisa, tegas Mirah yang disambut tepuk tangan dari seluruh peserta. Saya yakin itu, “Be confident!”

Mirah juga menyadari bahwa masih banyak masalah yang dirasakan oleh pekerja perempuan di mana pun di Asia Pasific, yang belum menerima hak-hak dasar dan menerima perlakuan tidak adil di tempat kerja. Ini merupakan tugas dan tanggung jawab kita sebagai aktivis serikat pekerja untuk memastikan hak-hak mereka, perlakuan yang adil, kesetaraan, kehidupan yang layak, jaminan sosial yang lebih baik, perlindungan fisik dan mental, serta peraturan yang menguntungkan bagi perempuan. Bersama kita bisa!

Mirah juga membagi pengalamannya saat ia ikut bertarung dalam pemilihan anggota parlemen di pemilihan umum Indonesia. Mirah harus bersaing dengan calon anggota dari partai politik lain, yang beberapa di antaranya adalah para menteri yang masih aktif menjabat di kabinet saat itu, yang mayoritas adalah laki-laki. Hasilnya para menteri tersebut tidak terpilih menjadi anggota parlemen, dan Mirah Sumirat berhasil menaikkan jumlah suara untuk partai politik tempat ia bernaung.

Di penutup sambutannya, Mirah menyampaikan sebuah kata-kata mutiara yang mengandung semangat dan berharap menjadi inspirasi bagi perempuan di dunia.

“Tidak ada musim dingin terus menerus, pasti ada waktu musim panas. Tidak ada musim panas yang terus menerus pasti ada waktunya musim dingin. Dipastikan selalu ada jalan keluar dalam setiap permasalahan” Untuk itu wahai perempuan teruslah bergerak karena jika kita bergerak itu pertanda masih ada harapan besar.

Mirah mengakhiri sambutannya dengan mengajak seluruh peserta meneriakkan yel-yel.
Mirah memekikkan kata-kata “UNI APRO Women!” dan disambut oleh peserta dengan teriakan “United and Strong!” sebanyak tiga kali.

“Hidup Buruh!” tutup Mirah dan seluruh peserta kemudian berdiri untuk bertepuk tangan.(TM/SPD)

Sumber : https://aspekindonesia.com/index.php/2019/11/21/mirah-sumirat-kembali-dipercaya-memimpin-uni-apro-womens-committee/

Comment here