Macet dan Banjir Lebih Mudah Diatasi jika Anies Jadi Presiden ??

JAKARTA, KSPI — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, permasalahan kemacetan dan banjir di Jakarta akan mudah teratasi jika dia menjadi presiden. Seorang presiden akan mudah mengatur dan memerintahkan kepala daerah di kawasan Jabodetabek untuk bekerja sama.
Jokowi menilai, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan bisa menanggulangi kemacetan dan banjir tanpa bantuan daerah lain karena salah satu sumber penyebab terjadinya dua masalah klasik Jakarta tersebut juga berasal dari daerah-daerah penyangganya.

“Seharusnya lebih mudah (mengatasi kemacetan) karena kebijakan transportasi itu harusnya tidak hanya Jakarta, tapi juga Jabodetabek. Itu seperti halnya dengan masalah banjir. Banjir tidak hanya masalah Jakarta karena 90 persen air yang menggenangi Jakarta itu justru berasal dari atas (Bogor). Semua pengelolaan 13 sungai besar yang ada di Jakarta juga semuanya kewenangan pemerintah pusat,” papar Jokowi di Balaikota Jakarta, Senin (24/3/2014).

Ucapan Joko Widodo alias Jokowi di Balai Kota,  yang tayang Di Kompas Online pada Senin (24/3/2014) kembali mencuat ketika hari ini Selasa 25 Februari 2020 Jakarta kembali mengalami Banjir untuk yang kesekian kalinya dalam tahun ini. Curah hujan yang tinggi menyebabkan banyak wilayah Ibu Kota terendam.

Jauh hari sebelumnya ketika masih menjadi Walikota Solo Joko Widodo juga pernah menyampaikan pernyataan bahwa Kelihatannya Nggak Sulit-sulit Amat Atasi Macet dan Banjir Jakarta.

Namun faktanya setelah Jokowi menjadi Gubernur Jakarta dan menjabat Presiden untuk peridoe ke-2 , banjir di Ibu Kota tetap terjadi dan tambah parah.

Banjir dan kemacetan ternyata masih menjadi momok bagi warga Jakarta dan sekitarnya.

Memasuki periode kedua pemerintahannya, persoalan banjir dan macet masih menjadi salah pekerjaan rumah yang belum teratasi Pemerintah Jokowi.

Atau mungkin setelah Anies jadi Presiden banjir bisa d atasi?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*