Direktur Pengupahan Nasional Diduga Perkeruh Proses Kenaikan Upah 2020 Sidoarjo

Sidoarjo, KSPI- Pendopo Bupati Sidoarjo kembali di datangi oleh Aliansi Persatuan Pekerja Buruh Sidoarjo (PPBS),para buruh bereaksi atas kedatangan Direktur Pengupahan Nasional yang diindikasikan akan mengintervensi Bupati untuk menghilangkan upah Sektoral yang 5 tahun ini sudah dijalankan.

Selasa (5/11/2019) Massa dan Garda terdepan PPBS (Garda Metal,Serdadu SBI,Brigade SPSI,Laskar SPN dan FSRP) pun langsung mendekati pintu gerbang Pendopo yang sudah dijaga oleh Aparat dan Satpol PP, dilokasi juga terlihat adanya Mobil Water cannon serta Tim K9.

Presidium PPBS Edi Kuncoro Prayitno dalam orasinya menyatakan bahwa selama 5 tahun terakhir proses kenaikan upah Sidoarjo selalu berlangsung dengan kondusif,maka jika tahun ini tidak seperti biasanya maka dipastikan ada yang tidak beres dimana diantaranya adalah karena datangnya Direktur Pengupahan dan Kadisnaker yang baru.

Aliansi Persatuan Pekerja Buruh Sidoarjo (PPBS)

Jika saja memang demikian Edi mengancam akan melakukan penghadangan terhadap direktur pengupahan jika berani mencoba melakukan intervensi terhadap proses kenaikan upah terutama Sektoral,mengingat saat ini berbagai kenaikan tarif,iuran dan harga kebutuhan hidup sudah sangat menurunkan daya beli kaum buruh Sidoarjo.

PPBS meminta agar bisa Bupati mau menghadirkan perwakilan buruh di ruang pertemuan dengan Direktur Pengupahan hingga nyaris terjadi dorong mendorong dengan aparat.

Pada sekitar pukul 15.00 Wib ,akhirnya Polisi mempersilahkan perwakilan buruh untuk masuk ke dalam Pendopo dan dari pertemuan tersebut mendapatkan hasil yang positif yakni Bupati Sidoarjo Saifulillah berjanji untuk tetap mengusulkan UMK/UMSK secara bersamaan,hasil tersebut lalu disampaikan melalui Mobil Komando .

Namun Korlap Aksi PPBS ,Khoirul Anam berpesan kepada massa aksi bahwa dalam dua hari kedepan masih akan melakukan aksi serupa guna mengawal rapat Dewan Pengupahan Kabupaten.

Untuk Kenaikan Upah Tahun 2020 ini PPBS menuntut UMK sebesar 4,45 Juta dan UMSK sebesar 15%,12% dan 10%.(Khoirul Anam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *