Ekonomi

DIDI SUPRIJADI : Gaduhnya Program Organisasi Penggerak Kemendikbud

Didi Suprijadi, Majelis Nasional KSPI

Program Merdeka belajar episode 4 yang digagas mendikbud Nadiem Makarim adalah Program Komunitas Penggerak, Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak. Program Komunitas penggerak memiliki peluang mendorong Sekolah Penggerak yang melibatkan peran serta organisasi penggerak.

Siapa organisasi penggerak?

Organisasi Penggerak adalah program pemberdayaan masyarakat secara masif melalui dukungan pemerintah untuk peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah berdasarkan model-model pelatihan yang sudah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Organisasi penggerak akan digerakan oleh Organisasi massa yang bergerak di bidang pendidikan yang selama ini telah melakukan peningkatan kualitas pendidikan dan tidak meminta bantuan dari pemerintah.
Ada 3000 organisasi massa yang bergerak dibidang pendidikan mendaftar dalam program organisasi penggerak yang di gagas mas Menteri Nadiem, tetapi hanya 156 organisasi yang lolos akan mengikuti Program Organisasi Penggerak termasuk didalamnya Dikdasmen PP Muhamadiyah, LP Maarif PB NU dan PB PGRI.

Mengapa menjadi gaduh?

Kegaduhan terjadi di dunia pendidikan selain keluhan Murid, Orang Tua dan Guru dalam persoalan Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ) di masa pandemi adalah persoalan mundurnya organisasi besar yang bergerak di dunia pendidikan yaitu Muhamadiyah, NU dan PGRI.
Mundurnya ketiga organisasi ini membuat sang Menteri menyatakan permohonan maaf secara khusus dan akan mengevaluasi programnya. Begitu besarnya persoalan kegaduhan ini hingga Karna Ilyas mengangkatnya dalam satu thema dalam bahasan ILC di salah satu TV swasta.

Program organisasi penggerak dengan mundurnya ketiga organiasi massa menimbulkan pro dan kontra. Khususnya masyarakat menyoroti ketiga organisasi besar yang mundur dari program organisasi penggerak. Coba kita lihat ketiga organisasi besar bila mundur dari program organisasi penggerak kemendikbud bila dilihat dari kepentingan masyarakat danorganisasi.

1. Dikdasmen PP Muhamadiyah adalah bagian gerakan kemasyarakat persyarikatan Muhamadiyah bergerak dibidang pendidikan secara organisasi bila organisasi ini mundur dari program organisasi penggerak kemendikbud tidak ada masalah, karena masih ada organisasi massa induknya yaitu PP Muhamadiayah. Dari segi dana Muhamadiyah melimpah,dari segi masa anggota ada di mana mana dan dari sisi politik Muhamdiyah pernah menempatkan kadernya menjadi orang nomor satu di Kemendikbud.

2. LP Maarif NU adalah bagian gerakan kemasyarakatan jamiah warga NU di bidang Pendidikan, secara organisasi bila organisasi ini mundur dari program organisasi penggerak Kemendikbud tidak ada masalah, karena masih ada organisasi massa induknya yaitu PB NU. Dari segi dana, PB NU melimpah,dari segi massa, anggotanya ada di seluruh Indonesia dan dari sisi politik, PB NU pernah menempatkan kadernya menjadi orang nomor satu di Kemendikbud.

3. PB PGRI adalah organisasi massa guru dengan jati diri sebagai organisasi profesi,perjuangan dan ketenaga kerjaan. Organisasi guru tertua di indonesia ini mundur dari program organisasi penggerak Kemendikabud tidak ada masalah bila ditinjau dari segi dana dan massa, karena pendanaan PB PGRI bersifat mandiri berasal dari iuran 2 juta anggota aktif di 34 Provinsi dan 516 Kab kota seluruh Indonesia. Hanya saja secara organisasi PGRI tidak punya organisasi induk seperti Muhamadiyah dan NU. Secara politik kader PGRI belum sempat menduduki orang nomor satu di Kemendikbud.

Salah satu tujuan dari Merdeka Belajar Mendikbud adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan, melalui program Organisasi penggerak, sekolah penggerak dan Guru penggerak. Indonesia yang sedang mendapat cobaan dari segi Kesehatan karena Pandemi Covids 19, ekonomi yang merosot karena resesi dunia serta pendidikan yang masih rendah mutunya dibandingkan dengan negara lain, maka janganlah ditambah masalah dengan gaduhnya program organisasi penggerak.

Mendikbud sudah minta maaf, ketiga organisasi besar sudah menyatakan alasan alasan kenapa mundur dari program, demi kepentingan bangsa dan negara sekarang saatnya untuk membicarakan kembali program tersebut. Indonesia perlu kedamaian dalam menghadapi Kesehatan ekonomi dan pendidikan,

DIDI SUPRIJADI
Ketua MN KSPI
#rumahhonorerayahdidi

Comment here