Desak Pembatalan Omnibus Law Cipta Kerja, KSPI Surati DPR Tuntut Legislative Review

President KSPI Said Iqbal Dalam Acara Rakernas KSPI Tahun 2020

Jakarta,KSPI- Aksi penolakan Undang-undang Cipta Kerja terus terjadi dan semakin meluas, aksi penolakan terutama dilakukan oleh buruh, mahasiswa dan pelajar. Salah satunya dilakukan oleh KSPI.

Rencananya Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan kembali menggelar aksi besar-besaran menuntut DPR melakukan legislative review terhadap omnibus law UU Cipta Kerja. Aksi akan dilakukan berpusat di gedung DPR.

“KSPI memutuskan akan melakukan aksi besar-besaran, secara nasional akan difokuskan di depan gedung DPR, di daerah akan dipusatkan di kantor-kantor DPRD Provinsi. Aksi besar ini akan meluas,” kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Rabu (21/10/2020).

Selain itu Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) juga telah mengirimkan surat ke DPR terkait permohonan peninjauan ulang (legislative review) atas Omnibus Law UU Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang disahkan pada rapat paripurna 5 Oktober lalu.

“Sudah kami kirim surat resmi, KSPI kepada 9 fraksi di DPR, isi surat itu adalah tentang permohonan buruh dalam hal ini termasuk KSPI, meminta kepada anggota DPR melalui fraksi untuk melakukan legislative review,” kata Presiden KSPI, Said Iqbal.

Aksi besar-besaran KSPI ini juga akan dilakukan di 20 provinsi dan lebih dari 200 kabupaten/kota di Indonesia. Tuntutan aksi adalah meminta DPR melakukan legislative review terhadap UU Cipta Kerja.

“Tuntutannya hanya satu, lakukan legislative review. Uji ulang, dengarkan suara rakyat yang begitu meluas,” tegasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*