Buruh Santroni Bupati Lebak Iti Octavia

KSPI, Banten- Ratusan buruh melakukan aksi unjuk rasa menolak penggunaan penetapan Upah menggunakan PP 36 /2021

Massa aksi memulai aksi nya dengan berkumpul di titik kumpul yang sudah ditentukan, tepatnya di daerah Papanggo Citeras dan bergerak bersama menuju Kantor Bupati Lebak tepatnya di Jl. Alun-Alun Selatan No.2, Rangkasbitung Bar, Kec. Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Jum’at (26/11/2021).

“Tolong Ibu Iti, kami meminta hanya satu, perjalanan pemerintahan pada masa bapaknya pun sudah banyak perubahan, tetapi satu yang belum berubah sampai hari ini, yaitu terkait upah”.

“Upah buruh Kabupaten Lebak masih jauh tertinggal dan kami menolak upah murah, berikan rekomendasi jangan sesuai aturan PP36/2021. Hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) sudah jelas bahwa PP dibekukan, jadi upah Kabupaten Lebak tidak boleh mengikuti aturan PP36/2021”. Ucap Sidieq Uen selaku DPC SPN Kabupaten Lebak dalam orasi nya.

Hadir juga Sarjono, perwakilan dari FSPMI Tangerang Raya dalam orasinya mengatakan,

“Indonesia yang katanya negeri kaya akan rempah tetapi sampai hari ini warga Lebak pun belum merdeka. Upah yang dibayar masih murah, miris sekali jika harus berbicara Provinsi Banten gerbang masuk investasi tapi alangkah tidak adilnya jika Kabupaten Lebak tertinggal”. Pungkasnya.

Dan inilah tuntutan yang disampaikan dalam aksi solidaritas tentang perjuangan upah buruh di Kabupaten Lebak :
1. Kenaikan Upah 2022 Sebesar 13.5%
2. Seluruh Perusahaan Kabupaten Lebak Wajib Menjalankan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) 2022
3. Seluruh Perusahaan Tidak Alergi dengan SP/SB
4. Banyaknya Perusahaan Tidak Menjalankan Jaminan Sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *